Senin, 23 Agustus 2021

PUISI CINTA



PENYATUAN
Haruskah aku katakan sejujurnya. Jika di relung hati ini ada rasa sayang. Lantaran kau adalah idamanku yang terpendam lama. Itu terjadi sejak pada pandangan pertama. Lalu tetap terkenang setiap menyepi sendiri. Yang senantiasa terbayang di pelupuk mata. Rasa kasih ini semakin menebal saja. Aku tak menginginkan lenyap dari jangkauan. Hanyalah kau penyemangat untuk meniti kehidupan ini. Mendayung bahtera rumah tangga sejahtera bahagia. Indah nian dalam kemesraan dan kebersamaan. Niscaya tercapai bila dibuhul kesetiaan dan mempercayai. Insya Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang pasti kabulkan . Demikian doa selalu dipanjatkan. Gemar bertahajud di kesunyian malam. Nyaman dan damai tuai hati yang tenang. Senang bermunajat untuk meraih kesucian cinta. Untuk mencapai keridhaan Sang Khalik. Rasa suka dan duka dilalui bersama dengan sabar dan syukur. Ingat betapa banyak nikmat-Nya telah diraih. Agar hati ini tidak terbesit sedikitpun rasa kufur. Rengguh mahligai sakinah, mawaddah warahmah yang dicitakan. Aku dan kau mencoba untuk selalu bersama-sama. Menjelang sampai usia semakin renta. Ajal berakhir dengan husnul khatimah. Ziarah dari dosa-dosa yang besar dan sekecil apapun. Inilah akhir dari kebahagiaan hakiki yang dijanjikan Illahi.


                                  Handil Bhakti, Ahad, 16 Juni 2013/7 Sya'ban 1434 H                                  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar