PENYATUAN
Haruskah aku katakan sejujurnya. Jika di relung
hati ini ada rasa sayang. Lantaran kau adalah idamanku yang terpendam lama. Itu
terjadi sejak pada pandangan pertama. Lalu tetap
terkenang setiap menyepi sendiri. Yang senantiasa terbayang di pelupuk mata.
Rasa kasih ini semakin menebal saja. Aku tak menginginkan lenyap dari
jangkauan. Hanyalah kau penyemangat untuk meniti kehidupan ini. Mendayung
bahtera rumah tangga sejahtera bahagia. Indah nian dalam kemesraan dan
kebersamaan. Niscaya tercapai bila dibuhul kesetiaan dan mempercayai. Insya
Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang pasti kabulkan . Demikian doa
selalu dipanjatkan. Gemar bertahajud di kesunyian malam. Nyaman dan damai tuai
hati yang tenang. Senang bermunajat untuk meraih kesucian cinta. Untuk mencapai
keridhaan Sang Khalik. Rasa suka dan duka dilalui bersama dengan sabar dan
syukur. Ingat betapa banyak nikmat-Nya telah diraih. Agar hati ini tidak
terbesit sedikitpun rasa kufur. Rengguh mahligai sakinah, mawaddah warahmah yang
dicitakan. Aku dan kau mencoba untuk selalu bersama-sama. Menjelang sampai usia
semakin renta. Ajal berakhir dengan husnul khatimah. Ziarah dari dosa-dosa yang
besar dan sekecil apapun. Inilah akhir dari kebahagiaan hakiki yang dijanjikan
Illahi.
Handil Bhakti, Ahad, 16 Juni 2013/7 Sya'ban 1434 H