Selasa, 14 Juli 2015

PUISI RAMADHAN

BULAN BERKAH AKAN BERLALU
Detik-detik bulan penuh berkah akan berakhir sudah
Menyisakan sejuta keindahan kekhusu'kan ibadah
Kumandang suara Azan menjelajahi jiwa-jiwa yang teguh
Menyantap kenikmatan yang tersaji dari kemurahan Illahi

Menghacurkan sekeping hati yang terkontaminasi kesombongan
Tunduk patuh terenyuh dengan manusia-manusia yang bernasib lara
Kerinduan suara yang fitri menyatu  dalam jamak insani
Jari-jemari pun lunglai jatuh dalam hambaran sajadah panjang

Bibir basah dengan untaian-untaian kata dari langit
Menyentuh kalbu bergetar dalam rangkaian yang bermakna
Hidup harus lebih berarti sesudah itu biarlah mati
Bersua pasti dengan Sang Penguasa sejati di episode terakhir

Persada Permai Baru 1, Kamis, 26 Ramadhan 1435/ 24 Juli 2014  12.56 WITA

MALAM SERIBU BULAN

Berduyun-duyun jiwa yang fitri
Lebur dalam hamparan sajadah
Menginsyafi diri yang tak punya daya
Rela tafakur di keheningan malam

Pasrah diri menggapai Ridho-Nya
Bertasbih, bertahmid.dan bertakbir
Memfanakan diri dari segala hajat duniawi
Menunggu dan selalu berharap yang terbaik

Malam yang lebih baik dari seribu bulan
Malam segala asa akan terkabulkan
Malam semua kenistaan terpupuskan
Malam yang penuh keberkahan hingga terbitnya fajar.

Persada Permai Baru 1. Selasa. 27 Ramadhan 1436 H/ 14 Juli 2015  18.14 WITA



Tidak ada komentar:

Posting Komentar